Desa Kedungjati

Kec. Bukateja
Kab. Purbalingga - Jawa Tengah

Info
Selamat Datang di Website Official Sistem Informasi Desa Kedungjati Visi : Mewujudkan Masyarakat Kedungjati yang damai, tentram, sejahtera, yang mandiri beradab dan bermartabat Kedungjati siap menjadi desa Digital dengan Program SIAPMANJAT (Sistem Informasi Pelayanan Mandiri Desa Kedungjati)

Artikel

Sejarah Desa Kedungjati

Administrator

24 Agustus 2020

1.053 Kali dibuka

SEJARAH DESA KEDUNGJATI

Sebelum menjadi sebuah Desa yang indah,makmur,dan akan menjadi Desa Wisata.Desa Kedungjati hanyalah merupakan hamparan tanah yang sangat luas.

Yang berupa pegunungan yaitu gunung kuta winangun,Selain itu juga merupaka hamparan rawa-rawa yang sangat luas,Rawa-rawa tersebut bernama rawa Kepuh dan rawa silumpang.Kali-kali kecil dan pohon-pohon jati yang banyak tumbuh di daerah ini.

Kemudian munculah para pelopor atau penggagas yang ingin menjadikan daerah ini tempat tinggal yang bisa didirikan rumah - rumah untuk mereka tinggali.

Mereka semua harus berjuang keras dalam proses pengguguran gunung agar bisa merata dan menimbun rawa - rawa

Di daerah ini terdapat kali - kali tersebut kecil yang banyak,yang didalam kali-kali tersebut(sungai -sungai) itu terdapat 3 buah kedung yang bernama

 

  1. Kedung Siuter
  2. Kedung Silem
  3. Kedung Sidandang

 

Dan di sepanjang daerah ini ditumbuhi pohon - pohon jati yang sangat besar -besar dan subur.

 

Berawal dari sinilah maka pendiri maka atau para tokoh pelopor menyepakati bahwa daerah ini memiliki beberapa kedung dan ditumbuhi banyak sekali pohon jati maka lahirlah nama Desa Kedungjati .

Adapun orang - orang /tokoh-tokoh penggagas adanya Desa Kedungjati yaitu:

 

  1. Ki Chageni
  2. Ki Amat Jayeng (Amat Jayin)
  3. Ki Jaya bergosa
  4. Ki Rodo Manggala
  5. Ki Dana Sasmito Waskito
  6. Ki dana Semito Debleng

 

Mereakalah yang mempelopori adanya kerja bakti bersama orang - orang yang lain dalam proses pengguguran gunung agar bisa menjadi tempat tinggal dan menjadi sebuah Desa.

 

Kemudian Desa Kedungjati terbagi menjadi beberapa daerah /kampung yaitu

 

  • Krikil
  • Kreo
  • Kalimenur
  • Genting
  • Brubahan
  • Bentala
  • Krikil

Wilayah krikil adalah wilayah yang pertama kali dibuat.Daerah ini terletak di paling timur bagian utara.Dalam pembuatan daerah ini di dipelopori oleh 2 orang tokoh yaitu Ki Chageni dan Ki Amat Jayeng(Amat Jayin).mereka berdua lah yang memimpin orang - orang untuk bersama-sama encangkul gunung agar tanah menjadi datar.Dalam proses mencangkul inilah tanah - tanah tersebut banyak sekali mengandung krikil-krikil (dalam bahasa indonesia batu kecil-kecil).

Sehingga kemudian daerah ini di sebut krikil hingga sampai saat ini nama tersebut tidak berubah.Dan di krikil inilah mengalir sebuah sungai yang bernama sungai Sawangan yang mengair dari arah timue ke barat.

 

  • Kreo

Yang selanjutnya adalah wilayah yang bernama Kreo.Adanya Kreo di plopori oleh 4 orang tokoh yaitu

 

  • Ki Jaya Bargosa
  • Ki Rodo Manggala
  • Ki Dara Sasamita Waskito
  • Ki Dana Semito

 

Ke empat orang inilah yaang memimpin /mengerakan orang-orang untuk menggugurkan gunung dengan cara di cangkul secara bersama-sama untuk menimbun rawa-rawa agar dapat mereka tinggali.

Kemudian tak disangka ternyata setelah tanah sudah rata tiba-tiba muncul banyak sekali keong-keong dan dari kata keong inilah kata Kreo muncul.Karena pada waktu itu orang tua jaman itu susah berbicara (ng)maka kata keong berubah menjadi Kreo.Hingga saat ini nama Kreo melekat di daerah paling timur utara.

 

  • Kali Menur

Daerah ini terletak di selatan bagian tengah.Keempat tokoh ini pula yang memplopori orang-orang untuk menggugurkan gunung Kuta Winangun,Rawa Kepuh dan Rawa Silumpang,keempat orang itu

 

  • Ki Jaya Bargosa
  • Ki Rodo Manggala
  • Ki Dara Sasamita Waskito
  • Ki Dana Semito Debleng

 

Orang-orang inilah yang begitu antusias dengan dibantu orang-orang yang lainya bekerja keras mencangkul gunung untuk menimbun rawa.Hingga akhirnya rawa-rawa itu pun menjadi rata dan keras,sehingga siap untuk dijadikan tempat tinggal.Namun ketika tanah sudah menjadi rata ternyata timbul atau muncul banyak sekal Unur-Unur (yang dalam arti bahasa Indonesia Unur-Unur berarti rumah - rumah rayap.

Selain adanya unur-unur di daerah ini juga terdapat beberapa kali-kali kecil (sungai -sungai).

Selain adanya Unur-Unur di daerah ini juga terdapat beberapa kali -kali kecil(sungai -sungai).Sehingga munculnya kata atau istilah daerah ini dengan nama Kali Menur.Hingga saat ini pun nama Kali Menur tetap melekat dan terkenal.Daerah ini sekarang juga dikenal sangat maju denga produk atau usaha tempe,tahu yang sangat maju.

 

  • Genting

Selanjutnya mereka melakukan pengempuran lagi di bagian ujung kulon bagian barat.Daerah ini berbatasan dengan wilayah Gendengan Bukateja,yaitu daerah tempat pembuatan gendeng (genteng).Letak daerah ini seolah-olah berbentuk seperti sebuah genting karena berbatasan langsung dengan wilayah Desa Bukateja.

Denangan demikia akhirnya munculah kata genting.Hingga saat ini pun wilayah ini tetap dikenal Genting

Daerah genting masyarakat merupakan turunan dari

- Amad Drani

- Kaki Tia Ketul

- Dara Semita

 

Sehingga daerah genting yang dulu cuma ada beberapa rumah yang atapnya pun hanya menggunakan alang-alang.Hanya ada satu rumah dengan atap gendeng (genteng) yaitu rumah Amad Drani.

Namun kini sudah berkembang pesat,rumah-rumah sudah dibangun secara layak,mereka hidup makmur cukup sandang dan pangan.

 

  • Brubahan

Daerah ini terletak ditengah-tengah bagian utara yaitu dari arah SMP N 1 Bukateja ke kidul.Ditempat ini terdapat sebuah sungai atau kalisawangan  yang mengalir dari arah timur ke barat.Dengan adanya sungai di tengah-tengah wilayah ini maka dibutuhkanlah jembatan untuk dapat menyebrang dari arah utara ke selatan.

Kemudian masyarakat bersama-sama membuatlah sebuah jembatan/bridge dengan menggunakan pohon-pohon pinang sebagai tiang penyangga.Namun ternyata brug/jembatan itu tidaklah bertahan lama,ketika hujan deras maka terjadilah banjir.Saat terjadi banjir brug itu mubah( Jembatan itu sia-sia) karena hancur terbawa banjir.

Dengan peristiwa inilah kemudian muncul kata Brugbahan.Tempat ini namanya masih sama namun jembatan sudah tidak bertiang pohon pinang,melainkan sudah dibangun secara permanen dan kuat,sehingga sudah tidak lagi kawatir ketika hujan deras dan banjir brug tidak akan runtuh karena Brug itu sudah sangat kuat.

 

  • Bentala

Letak daerah ini yaitu dari arah tengah paling utara ke barat.Dulu di tempat ini banyak sekali terdapat wanita - wanita penghibur yang menjajakan dirinya kepada pria hidung belang.Banyak sekali para pria datang dari berbagai daerah atau kalangan yang datang ketempat ini hanya untuk bersenang - senang dengan wanita manapun yang mereka pilih.Sehingga di tempat ini pula lah banyak sekali bayi-bayi lahir tanpa ikatan pernikahan bahkan mereka tidak tahu siapa ayah mereka

Ditempat inilah aben-aben sing teka gawe ala (tiap-tiap yang datang pasti bawa keburukan.Nah kata Bentala terlahir dari kata bahasa Jawa yaitu bahwa ABEN-ABEN Sing TEKA GAWE ALA.Dari kata inilah kemudian tempat ini diberi nama BENTALA.

 

  • Galur

 

Di tempat ini adalah daerah dekat dengan sawah.Orang-orang menggunakan jasa binatang untuk membajak sawahnya.Sehingga ditempat inilah sapi dan kerbau yang digunakan para petani selalu hilir mudik dilewati sapi dan kerbau.Maka tempat ini dinamakan GALUR yaitu jalan yang selalu dilewati kerbau dan sapi ketika mereka akan membajak sawahnya para petani.

Seiring berkembangnya zaman para petani sekarang sudah tidak lagi membajak sawahnya dengan kerbau atau sapi melainkan dengan menggunakan traktor.Akan tetapi nama Galur tetap melekat hingga saat sekarang ini.Meski jalan galur sudah tak lagi ada,sudah berubah menjadi padatnya pemukiman penduduk .Narasumber penulispun tinggal di daerah Galur.

 

 

  • Nama-nama lurah Desa Kedungjati:
  1. Khasan Dikrama
  2. Wirya Wijaya
  3. Murhadi Wirya
  4. Purwayasa
  5. Warto Diarjo
  6. Muhajir
  7. Kusna
  8. Kasdi
  9. Kusna (menjabat lagi)
  10. Salim
  11. Riadi
  12. Suwondo, S.Pd.

 

Kono pada masa pemerintahan yang di kepalai oleh Ki Kasan Dikrama pemerintahan ini berjalan terus -menerus tak ada lagi pemilihan,Ki Kasan Dikrama merupakan orang yang sagat sakti mandraguna atau di sebut sebagai orang yang (Jayeng Palugon) Beliau sangat terkenal dimana-mana

Ki Kasan Dikrama seorang kepala desa yang tegas,adil,dan bijaksana.Oleh karena itu beliau sangat di segani oleh masyarakatnya.Contoh dari kesktian Ki Kasan Dikrama adalah beliau bisa memanggil kuda tungganganya dimana pun dia berada.Jika beliau ingin menaiki kuda maka dia cukup memanggil tersebut dan kuda yang saat itu ada dalam istal atau kandang akan segera datang menemuinya.Kida tersebut mampu membuka pintu kandangnya dengan menggunakan gigi-giginya.

Kemudai sang kuda akan berlari dengan cepat menuju sang majikan.Setelah sampai di depan Ki Kasan Dikrama maka kuda itu segera menghadap dengan kaki depan menekuk berlutut mempersilahkan sang majikan untuk dengan mudah menaikinya.Setelah naik diatas kuda Ki Khasan Dikrama menarik daun telinga sang kuda menyuruh agar berlari.Jika Ki Kasan Dikrama ingin belok kekiri maka daun telinga sebelah kirilah yang di tariknya begitu juga sebaliknya jika ingin belok ke kanan maka bagian daun bagian daun telinga kanan lah yang ditarik.

Dalam kepemimpinannya tidak ada orang yang berani menggantikanya.Maka dari itu Ki Kasan Dikrama selama berpuluh -puluh tahun menjadi kepala desa yang sangat disegani masyarakatnya.Sampa pada akhirnya dia merasa bahwa elirinya sudah tua,sudah tidak mampu lagi memimpin desanya.Maka kemudian beliau menunjuklah menantunya yang bernama Wiryo Wijoyo untuk melanjutkan kepemimpinanya.Seluruh warga pun menyetujuinya dan menerimanya dengan perasaan suka cita.

Form Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Kirim Komentar

Captha
Matematic

Komentar Facebook

Aparatur Desa

Kepala Desa

SUWONDO, S.PD.

AGUS YULI PAMUJO

AGUS YULI PAMUJO

Sekretaris Desa

ROBINGATUL MARIA

ROBINGATUL MARIA

Kaur Keuangan

PURNOMO SETYO UTOMO

PURNOMO SETYO UTOMO

Kaur Perencanaan

ARIS TRIYONO

ARIS TRIYONO

Kaur Tata Usaha & Umum

SAJURI

SAJURI

Kasi Pemerintahan

IWAN PRASETYA

IWAN PRASETYA

Kasi Kesejahteraan

AHMAD ROJIKUN

AHMAD ROJIKUN

Kasi Pelayanan

GHOUFRON FAOZI

GHOUFRON FAOZI

Kepala Dusun 2

KHOTIMAH

KHOTIMAH

Kepala Dusun 4

MAHENDRA FAHLEPHY. M

MAHENDRA FAHLEPHY. M

Operator SID

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Desa Kedungjati

Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah

Komentar

dwi prasetia

07 Juni 2023 23:31:58

mantap pak. ...

Ahmad izudin

14 Januari 2022 02:18:34

Banpres saya belum dapat ...

Widian preseniati

01 Juni 2021 01:30:43

Belum pernah dapat sama sekali bantuan...

Media Sosial

Statistik Pengunjung

Hari ini:309
Kemarin:60
Total:58.107
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:3.227.240.72
Browser:Tidak ditemukan

Lokasi Kantor Desa

Latitude:-7.426607745074846
Longitude:109.44721430540086

Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga - Jawa Tengah

Buka Peta

Wilayah Desa